Wakil ketua IV BAZNAS Gus Mujib, di dampingi dr Syafi’i melihat kondisi pasien yang membutuhkan biaya di RSUD Bumiayu, Jumat (16/10/2026). (Foto:Andrianigong)
BREBES – Aduan keluarga yang kesulitan membayar biaya persalinan di RSUD Bumiayu mendapat perhatian Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma. Menindaklanjuti laporan tersebut, BAZNAS Kabupaten Brebes turun langsung untuk membantu mencarikan solusi bagi pasien.
Pasien tersebut adalah Najiba Dara Niggar (30), warga Dukuh Majapahit RT 007/RW 005, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Ia mengalami kendala biaya persalinan karena kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif akibat tunggakan iuran.
Keluarga Najiba sebelumnya menyampaikan permohonan bantuan kepada Bupati Brebes. Mereka mengaku kesulitan membayar biaya persalinan meskipun telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah desa.
Merespons laporan itu, BAZNAS Kabupaten Brebes melalui Wakil Ketua IV, Mujib Shodiq Sukhaimi atau Gus Mujib, mendatangi RSUD Bumiayu pada Jumat (16/10/2026). Kedatangan tersebut bertujuan memastikan kondisi pasien sekaligus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Gus Mujib kemudian berkomunikasi dengan pihak RSUD Bumiayu untuk mencari jalan keluar terkait biaya persalinan yang menjadi beban keluarga pasien.
“Begitu menerima informasi ada warga yang mengalami kesulitan biaya persalinan, kami langsung bergerak untuk mengecek kondisinya. Kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar pasien mendapatkan bantuan dan keluarga tidak semakin terbebani,” ujar Gus Mujib.
Menurut dia, warga yang menghadapi kesulitan dalam situasi mendesak perlu mendapatkan perhatian dan upaya bantuan sesuai kondisi yang dihadapi. Terlebih, persalinan merupakan kebutuhan kesehatan yang memerlukan penanganan segera.
Pihak RSUD Bumiayu turut membantu biaya persalinan Najiba. Dokter Syafi’i dari RSUD Bumiayu membenarkan bahwa pasien tersebut baru melahirkan dan masih menjalani perawatan.
“Pasien baru melahirkan tadi malam dan saat ini masih dirawat di RSUD Bumiayu. Pihak rumah sakit membantu biaya persalinannya,” kata dr. Syafi’i.
Setelah mengecek kondisi pasien di rumah sakit, Gus Mujib bersama BAZNAS Brebes juga mendatangi rumah keluarga Najiba di Desa Kalierang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal dan kehidupan keluarga pasien.

Dari hasil kunjungan tersebut, tim mendapati rumah yang ditempati keluarga Najiba dalam kondisi tidak layak huni. Kondisi itu menjadi perhatian BAZNAS untuk mengupayakan bantuan lanjutan bagi keluarga tersebut.
“Kami juga mendatangi rumahnya dan melihat langsung kondisinya yang memang tidak layak huni. Kami akan mengusulkan agar keluarga ini bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah,” ungkap Gus Mujib.
BAZNAS Brebes berharap keluarga Najiba tidak hanya terbantu dalam menghadapi persoalan biaya persalinan, tetapi juga memperoleh perhatian untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan fasilitas kesehatan dalam memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.(*)












