Lonjakan Sampah di Brebes Saat Mudik Lebaran Meningkat Tajam

Ketinggian gunung sampah di TPA Kaliwlingi kurang lebih 15 – 20 meter kurang lebih, akibat lonjakan sampah selama arus mudik lebaran 2025.

BREBES, Brebesinfo.com – Mudik Lebaran membawa kebahagiaan bagi perantau yang pulang ke kampung halaman. Namun, di sisi lain, tradisi tahunan ini juga menyebabkan lonjakan sampah di Kabupaten Brebes.

Sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang naik 70 persen. Semula 60 ton per hari, kini meningkat menjadi 105 ton per hari. Sementara itu, di TPA Kaliwlingi, volume sampah melonjak 80 persen, dari 150 ton menjadi 270 ton per hari.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menambah ritasi pengangkutan sampah di titik-titik tertentu. Biasanya, sampah di pasar hanya diangkut sekali sehari, kini ditingkatkan menjadi tiga kali sehari agar tidak menumpuk.

“Ritasi dari rest area, terutama di Banjaratma, juga ditambah karena jumlah pemudik meningkat sangat signifikan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLH Brebes, Andriyani, S.Sos., M.M.

Selain pasar dan rest area, tempat umum lainnya juga mengalami peningkatan sampah. Sampah plastik dan makanan sisa menjadi penyumbang terbesar selama musim mudik.

“Kami harus menambah tenaga dan armada pengangkutan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama, terutama di area publik yang menjadi titik kumpul pemudik,” tambahnya.

DLH Brebes mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membawa tas belanja sendiri dan menggunakan wadah makanan yang dapat dipakai ulang.

Selain itu, warga juga diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola makanan agar tidak banyak yang terbuang. Sisa makanan yang tidak dimanfaatkan hanya akan menambah volume sampah yang sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memilah sampah organik dan menimbunnya di pekarangan sendiri sebagai kompos. Ini akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA dan bermanfaat bagi tanaman,” jelas Andriyani.

Kesadaran dalam mengelola sampah dari rumah sangat penting agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Jika setiap orang berkontribusi, masalah lonjakan sampah saat musim mudik bisa ditekan.

Perilaku sederhana seperti belanja dan memasak sesuai kebutuhan juga membantu mengurangi sampah. Dengan begitu, tidak ada makanan yang terbuang sia-sia dan lingkungan tetap terjaga.

DLH Brebes berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, sampah yang dihasilkan selama mudik bisa dikelola dengan lebih baik.(*)

Bagikan Berita:
Dapatkan Berita Update Menarik Lainnya dengan Kami

Reels instagram

You cannot copy content