Brebes Siaga Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, Kapolres Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Karhutla

BREBES, Brebesinfo.com – Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Polres Brebes memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat pada puncak musim kemarau 2026. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dan Penggelaran Sarana Prasarana (Sarpras) di Lapangan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Rabu (5/8/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, para camat, serta berbagai instansi terkait. Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Dalam amanatnya, AKBP Muhammad Ali Akbar menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Brebes dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan apel. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi benar-benar siap menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026,” kata AKBP Muhammad Ali Akbar.

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2026. Saat ini, Brebes berada pada fase puncak musim kemarau dengan durasi yang diperkirakan cukup panjang, sehingga risiko kekeringan dan karhutla perlu diantisipasi sejak dini.

Kapolres mengungkapkan, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Brebes masih termasuk daerah yang rawan terdampak kekeringan. Pada 2023, sebanyak 66 desa di 11 kecamatan mengalami kekeringan, sedangkan pada 2024 masih terdapat 32 desa di sembilan kecamatan yang terdampak.

Sementara itu, hingga akhir Juli 2026, sudah ada empat desa di dua kecamatan yang mengajukan distribusi air bersih. Selain itu, enam titik kebakaran hutan dan lahan telah berhasil ditangani oleh tim gabungan.

Menurut AKBP Muhammad Ali Akbar, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan, tetapi juga pada kecepatan komunikasi, koordinasi yang solid, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penggelaran dan pengecekan sarana prasarana penanggulangan bencana. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan operasional, peralatan pemadam, perlengkapan pendukung, hingga kesiapan personel agar dapat memberikan respons cepat apabila terjadi bencana.

Kapolres berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat terus diperkuat sehingga Kabupaten Brebes mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara lebih efektif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap, sigap, dan terkoordinasi dalam melindungi masyarakat serta meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau 2026,” ujarnya.

Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan koordinasi lintas instansi yang semakin kuat, Kabupaten Brebes diharapkan dapat merespons cepat setiap potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau tahun ini.(*)

Related Posts

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *