BREBES, Brebesinfo.com – Gedung tua Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Reruntuhan bangunan tersebut menimpa tiga unit rumah warga yang berada di bagian depan gedung. Peristiwa itu juga menyebabkan dua anak meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan.
Kedua korban masing-masing bernama Kinarian Yusfina Arfadhia (7), seorang pelajar, dan Kinara Nafasya Jeslyn (4). Keduanya merupakan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut terjadi ketika dua saksi, Muhammad Irwanto dan Muhammad Lutfi Faozi, sedang beristirahat di rumah masing-masing yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sekitar pukul 05.30 WIB, kedua saksi mendengar suara dentuman keras. Mereka kemudian keluar rumah untuk mengecek sumber suara tersebut.
Sesampainya di luar, kedua saksi mendapati gedung badminton Hogwan telah roboh. Material bangunan berserakan dan mengenai tiga rumah warga yang berada di bagian depan gedung.
Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian menemukan dua anak tertimpa reruntuhan bangunan.
Salah satu saksi kemudian menghubungi Kepala Desa Dukuhturi, Achmad Efendi, untuk melaporkan kejadian tersebut. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke Polsek Bumiayu sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto membenarkan peristiwa robohnya gedung Hogwan tersebut.
Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu serta RSUM Siti Aminah Bumiayu,” kata Edi.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terkait robohnya gedung badminton Hogwan, termasuk dampak terhadap rumah warga yang tertimpa reruntuhan.
Gedung Hogwan diketahui merupakan bangunan tua yang memiliki sejarah panjang. Bangunan tersebut semula merupakan pabrik tapioka yang dibangun pada zaman Belanda sekitar tahun 1901.
Dalam perkembangannya, bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai lapangan badminton dan digunakan masyarakat sekitar.
Namun, pada Minggu (30/8/2026) pagi, gedung tua tersebut ambruk. Reruntuhannya menimpa tiga rumah warga dan menyebabkan dua anak meninggal dunia.
Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan kondisi bangunan serta mendata kerusakan dan kerugian akibat peristiwa tersebut.(*)












