BREBES, Brebesinfo.com – PDAM Tirta Baribis Kabupaten Brebes mendukung pemasangan hidran di Kecamatan Bantarkawung. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk membantu pemadaman kebakaran sekaligus mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat saat musim kemarau.
Kabag Humas PDAM Tirta Baribis Brebes, Yudi Triyono, mengatakan pihaknya telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan hidran di wilayah Bantarkawung.
“Kami mendukung pemasangan hidran di Kecamatan Bantarkawung. Kami sudah menunjuk bagian produksi untuk segera menindaklanjuti dan mengeksekusi kebutuhan tersebut,” kata Yudi, Minggu (6/9/2026).
Menurut Yudi, keberadaan hidran sangat penting karena memiliki fungsi ganda. Selain menjadi sumber air bagi mobil pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran, hidran juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan.
“Hidran ini sangat penting. Selain untuk suplai mobil pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran, hidran juga bisa digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, khususnya untuk droping air bersih kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Kebutuhan hidran di Bantarkawung semakin menjadi perhatian setelah kebakaran melanda SMA Negeri 1 Bantarkawung pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kejadian tersebut kembali menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air yang mudah dijangkau ketika terjadi kebakaran.
Sebelumnya, warga Bantarkawung, Andrian Igong, mengusulkan agar pemerintah daerah bersama PDAM Tirta Baribis segera memasang hidran di wilayah Bantarkawung.
Usulan tersebut disampaikan karena keberadaan hidran dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat seperti kebakaran maupun ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kejadian kebakaran di SMA Negeri 1 Bantarkawung menjadi pelajaran bahwa hidran memang sangat dibutuhkan. Ketika terjadi kebakaran, mobil damkar membutuhkan sumber air yang dekat agar proses pemadaman bisa lebih cepat,” kata Andrian.
Selain untuk pemadaman kebakaran, Andrian mengatakan hidran juga dapat menjadi titik pengambilan air bagi mobil tangki yang melakukan distribusi air bersih kepada warga.
Selama ini, pengambilan air untuk kebutuhan distribusi dilakukan dari wilayah Bumiayu yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Bantarkawung. Kondisi tersebut membuat proses penyaluran air membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau ada hidran di Bantarkawung, mobil tangki tidak perlu mengambil air dari Bumiayu yang jaraknya sekitar 15 kilometer. Pengambilan air bisa lebih cepat sehingga warga yang membutuhkan tidak terlalu lama menunggu,” ujarnya.
Dukungan terhadap pemasangan hidran juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Golkar, Sudono. Ia menyatakan setuju dengan rencana pemasangan hidran di Kecamatan Bantarkawung.
Menurut Sudono, hidran tidak hanya dibutuhkan untuk mendukung petugas pemadam kebakaran, tetapi juga dapat menjadi fasilitas penting dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
“Saya setuju dengan pemasangan hidran di Bantarkawung. Hidran sangat dibutuhkan, baik untuk membantu pemadaman kebakaran maupun untuk kepentingan masyarakat ketika membutuhkan distribusi air bersih,” kata Sudono.
Andrian mengapresiasi respons PDAM Tirta Baribis yang telah mendukung pemasangan hidran dan menunjuk bagian produksi untuk segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut.
Ia berharap rencana tersebut segera direalisasikan sehingga Bantarkawung memiliki sumber air yang lebih dekat dan mudah diakses, baik untuk kepentingan pemadaman kebakaran maupun distribusi air bersih kepada warga.(*)














