BREBES, Brebesinfo.com – Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes mengadakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik pada Senin (7/7/2025) sebagai bentuk kontribusi nyata kampus dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat UMUS dan dibuka langsung oleh Rektor UMUS, Dr. Roby Setiadi, M.M.
Dr. Roby menegaskan bahwa sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi juga berkaitan dengan ekonomi hijau dan teknologi ramah lingkungan. “Kampus hadir untuk menjembatani ilmu dan aksi nyata di lapangan. Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III Mohammad Hasdar, M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Sipil Dr. Abdul Hamid, M.T., serta Kepala LPPPM Prasetyo Yulikurniawan, M.Pd. Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, hadir Kabid Pengolahan Sampah DLH Brebes, Andriyani, S.Sos., M.M.
Materi yang disampaikan mencakup pembuatan eco-enzym, metode pirolisis sampah, serta pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk dan produk ekonomis. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada teknologi mobil berbahan bakar hidrogen sebagai solusi transportasi ramah lingkungan.
Peserta pelatihan datang dari Kecamatan 4, Losari, Wanasari, dan Bulakamba. Mereka terdiri dari mahasiswa, pegiat lingkungan, hingga perangkat desa. Seluruhnya tampak aktif mengikuti sesi teori dan praktik.
Kabid Pengolahan Sampah DLH Brebes, Andriyani, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut sangat penting untuk mendukung gerakan pengurangan sampah dari sumbernya.
“Kolaborasi kampus dan pemerintah menjadi kunci untuk perubahan lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam membangun kesadaran warga.
“Brebes menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga. Edukasi seperti ini menjadi dasar dalam menciptakan perubahan perilaku masyarakat,” ujar Andriyani.
Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun masyarakat yang sadar dan mandiri dalam pengelolaan sampah. Dengan edukasi yang tepat, UMUS berharap bisa memantik lahirnya inovasi baru dari warga.
Semangat kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah diharapkan dapat terus terjalin demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)