BREBES, Brebesinfo.com – Pijatan bukan hanya sekadar relaksasi. Dalam dunia kesehatan alternatif, pijatan dikenal memiliki manfaat besar untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup yang tinggi, terapi pijat kini semakin diminati berbagai kalangan, baik muda maupun dewasa.
Ada beragam jenis pijatan yang memiliki teknik, tujuan, dan manfaat berbeda. Masyarakat perlu memahami agar tidak salah memilih jenis pijat yang dibutuhkan sesuai kondisi tubuh.
Salah satu jenis yang paling dikenal adalah pijat refleksi. Pijatan ini fokus pada titik-titik tertentu di kaki, tangan, dan telinga yang dipercaya terhubung dengan organ dalam tubuh. Refleksi dipercaya bisa membantu memperlancar peredaran darah, meredakan stres, dan memperbaiki sistem metabolisme.
Kemudian ada pijat urut tradisional, yang umum dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Teknik ini biasanya menekan dan mengurut otot-otot tubuh yang tegang. Selain meredakan pegal linu, urut tradisional kerap digunakan untuk mengatasi masuk angin, keseleo, hingga memperbaiki letak urat yang salah.
Pijat shiatsu dari Jepang juga makin populer. Berbeda dari teknik lainnya, shiatsu menggunakan tekanan jari di sepanjang titik meridian tubuh. Terapi ini diyakini mampu menyeimbangkan energi (chi), meredakan sakit kepala, dan memperbaiki kualitas tidur.
Jenis lainnya adalah pijat Thai, yang menggabungkan teknik peregangan dan tekanan tubuh. Pijatan ini umumnya dilakukan di atas matras tanpa minyak, dan mengutamakan gerakan tubuh seperti yoga pasif. Thai massage cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot.
Ada juga pijat aromaterapi, yang menggunakan minyak esensial tertentu untuk meningkatkan efek relaksasi. Minyak seperti lavender, peppermint, atau lemon digunakan untuk mengurangi stres, memperbaiki mood, dan membantu tidur lebih nyenyak.
Sementara itu, pijat batu panas (hot stone massage) memanfaatkan batu vulkanik yang dipanaskan untuk membantu meredakan otot-otot yang tegang. Terapi ini populer di kalangan pekerja kantoran yang sering mengalami nyeri punggung.
Terakhir, pijat deep tissue atau jaringan dalam, cocok bagi mereka yang mengalami nyeri otot kronis. Teknik ini melibatkan tekanan kuat dan gerakan lambat untuk mencapai lapisan terdalam dari otot dan jaringan ikat.
Setiap pijatan memiliki keunggulan masing-masing. Namun, penting untuk memilih terapis profesional dan memastikan kondisi tubuh sebelum melakukan terapi.
“Penting untuk berkonsultasi lebih dulu jika memiliki riwayat penyakit tertentu. Jangan asal pijat,” ujar Kopral, Terapis pijat di Brebes.
Dengan mengenal jenis-jenis pijatan ini, masyarakat bisa memilih terapi yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka.(*)