Kepala Dinas pekerjaan umum kebupaten Brebes Dani Asmoro dilokasi gedung hogwan dengan tim teknis Andalan beton, Rabu (9/9/2026). (Foto Andrian igong)
BREBES, Brebesinfo.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes segera melakukan pembersihan puing Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.
Puing bangunan yang ambruk pada Minggu (30/8/2026) hingga kini masih menutup akses jalan kabupaten. Material berupa tembok bangunan yang cukup tebal berserakan di badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga di sekitar lokasi terganggu. Kendaraan yang biasa melintas harus mencari akses lain karena jalan tertutup material bangunan.

Kepala DPU Kabupaten Brebes Dani Asmoro meninjau langsung kondisi Gedung Hogwan pada Rabu (9/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan bersama BPBD Kabupaten Brebes, UPTD PU Bumiayu, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, serta tim teknis Andalan Beton Bantarkawung.
Dalam peninjauan itu, tim melihat kondisi puing dan bagian bangunan yang masih berpotensi membahayakan warga maupun pengguna jalan.
Untuk mempercepat proses penanganan, DPU Brebes bekerja sama dengan Andalan Beton Bantarkawung dalam pengerahan alat berat di lokasi.
Alat berat akan digunakan untuk memindahkan material tembok yang cukup tebal sekaligus membersihkan badan jalan yang tertutup puing.

“Besok pagi kami akan mendatangkan alat berat untuk membersihkan material tembok yang ambruk dan masih menutup jalan,” kata Dani.
Selain membersihkan puing, DPU juga akan membongkar bagian bangunan yang masih dinilai membahayakan warga dan pengguna jalan.
“Bagian tembok dan atap yang masih dianggap membahayakan akan kami bongkar. Ini untuk memastikan keselamatan warga dan pengguna jalan,” ujarnya.
Gedung Hogwan merupakan bangunan tua yang berada di kawasan Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi. Bangunan tersebut sebelumnya disebut merupakan bekas pabrik tapioka yang dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar 1901.
Dalam perkembangannya, gedung tersebut juga pernah dimanfaatkan sebagai tempat bermain bulu tangkis.
Bangunan bagian depan Gedung Hogwan roboh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan kemudian menimpa tiga rumah yang berada di depan gedung.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Dua korban pertama merupakan kakak beradik, yakni Kinarian Yusfina Arfadhia (7) dan Kinara Nafasya Jeslyn (4).
Korban ketiga, Kajat (70), ditemukan tertimbun material bangunan sekitar pukul 13.40 WIB pada hari yang sama. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bumiayu sebelum diserahkan kepada keluarga.
Pembersihan puing diharapkan dapat segera membuka kembali akses jalan sehingga kendaraan bisa kembali melintas dan aktivitas warga tidak terus terganggu.(*)
















