Gerak Cepat Andalan Beton Bantu Evakuasi Gedung Hogwan Bumiayu, Kirim Excavator dan 2 Breaker

BREBES, Brebesinfo.com – Gerak cepat dilakukan Andalan Beton untuk membantu penanganan reruntuhan Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang roboh pada Minggu (30/8/2026) pagi.

Andalan Beton yang beralamat di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, langsung mengirimkan satu unit excavator dan dua unit breaker ke lokasi untuk membantu proses pembongkaran serta pembersihan material bangunan.

Bantuan alat berat tersebut diperlukan karena tumpukan material Gedung Hogwan cukup tebal. Bagian dinding bangunan yang roboh harus terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker penghancur beton sebelum material dapat diangkat dan dipindahkan.

Pemilik atau Owner Andalan Beton, Aji Fajar Islami, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah mengetahui adanya musibah tersebut.

“Kami langsung kirim satu excavator dan dua breaker untuk membantu proses pembongkaran. Tumpukan dinding gedung cukup tebal, sehingga harus dipecah dahulu menggunakan breaker agar lebih mudah dievakuasi,” ujar Aji.

Menurut Aji, dukungan alat berat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lokasi. Selain mempercepat pembongkaran, penggunaan alat berat juga diperlukan agar proses pembersihan material dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

“Kami berharap bantuan ini bisa mempercepat proses penanganan dan pembersihan lokasi. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar dan kondisi di sekitar lokasi segera aman,” katanya.

Aji Fajar Islami yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Brebes menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.

Gedung Hogwan Roboh, Dua Anak Meninggal

Gedung tua Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, roboh sekitar pukul 05.30 WIB. Reruntuhan bangunan kemudian menimpa tiga rumah warga yang berada di bagian depan gedung.

Peristiwa tragis tersebut menyebabkan dua anak meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan.

Kedua korban yakni Kinarian Yusfina Arfadhia (7), seorang pelajar, dan Kinara Nafasya Jeslyn (4). Keduanya merupakan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.

Berdasarkan laporan kepolisian, kejadian bermula ketika dua saksi, Muhammad Irwanto dan Muhammad Lutfi Faozi, sedang beristirahat di rumah masing-masing di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 05.30 WIB, kedua saksi mendengar suara dentuman keras. Mereka kemudian keluar rumah dan mendapati Gedung Hogwan telah roboh.

Reruntuhan bangunan mengenai tiga rumah warga. Warga yang datang ke lokasi kemudian menemukan dua anak tertimpa material bangunan.

Salah satu saksi selanjutnya menghubungi Kepala Desa Dukuhturi Achmad Efendi. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Bumiayu sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto membenarkan kejadian tersebut. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu serta RSUM Siti Aminah Bumiayu,” kata Edi.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta.

Bangunan Tua Peninggalan Zaman Belanda

Gedung Hogwan diketahui merupakan bangunan tua yang memiliki sejarah panjang di Bumiayu.

Bangunan tersebut semula merupakan pabrik tapioka yang dibangun pada zaman Belanda sekitar tahun 1901.

Dalam perkembangannya, bangunan itu kemudian dimanfaatkan sebagai lapangan badminton oleh masyarakat sekitar.

Kini, setelah bangunan tersebut roboh, proses penanganan masih dilakukan. Excavator dan dua breaker dari Andalan Beton digunakan untuk membantu memecah dan membersihkan material bangunan yang menumpuk di lokasi.

Petugas bersama warga dan pihak terkait masih melakukan pendataan serta penanganan untuk memastikan lokasi aman dan tidak ada material berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga.(*)

Related Posts

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed