Pemkab Brebes Respon Cepat Usai Warga Tandu Orang Sakit, Jembatan Keruhbehet Segera Diperbaiki

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Dani Asmoro turun langsung memberikan bantuan dari Bupati kepada keluarga Yanto di dampingi Camat Sirampog, Kades Mlayang,serta anggota DPRD Hj Titin, Sabtu (19/9/2026).

BREBES, Brebesinfo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes merespons cepat kondisi Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, yang rusak dan menyulitkan akses ribuan warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Dani Asmoro turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut, Sabtu (19/9/2026).

Peninjauan dilakukan setelah kisah seorang warga yang sakit dan harus ditandu menggunakan sarung karena kendaraan roda empat tidak bisa melintas di jembatan tersebut mencuat.

Selain melihat kondisi jembatan, Dani juga menyerahkan santunan dari Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan paket sembako dari Baznas kepada keluarga Yanto, warga Dukuh Mlayang Luhur.

Yanto sebelumnya harus ditandu menggunakan sarung saat hendak mendapatkan perawatan medis.

Dani memastikan perbaikan Jembatan Keruhbehet sudah menjadi perhatian Pemkab Brebes. Anggaran perbaikan juga telah disiapkan dan prosesnya kini memasuki tahap lelang.

“Pemkab sudah anggarkan untuk perbaikan jembatan,” kata Dani.

Dani menjelaskan, proses lelang sebelumnya sempat gagal karena tidak ada peserta. Pemkab Brebes kemudian kembali melakukan proses lelang agar pekerjaan perbaikan dapat segera dilaksanakan.

Hasil lelang dijadwalkan diumumkan pada Senin (21/9/2026). Jika proses berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik ditargetkan mulai awal Oktober 2026.

“Besok Senin sudah ada pengumuman, dan pekerjaan kemungkinan dimulai pada awal Oktober mendatang,” ujarnya.

Dani juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang selama ini terdampak kerusakan jembatan, terutama mereka yang mengalami kesulitan saat membutuhkan akses dalam kondisi darurat.

Jadi Akses Utama Ribuan Warga

Jembatan Keruhbehet merupakan akses penting bagi warga Desa Mlayang. Jembatan tersebut menghubungkan lima pedukuhan dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa.

Setiap hari, warga menggunakan jembatan untuk bekerja, sekolah, berdagang, mengangkut hasil pertanian hingga menuju fasilitas kesehatan dan pelayanan pemerintahan.

Namun, kondisi jembatan yang ambles dan miring membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Warga kini hanya bisa melewatinya dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.

Kondisi itu menjadi persoalan serius ketika warga membutuhkan pertolongan medis.

Pada Jumat (18/9/2026), Yanto, warga RT 01/RW 04 Dukuh Mlayang Luhur, harus ditandu menggunakan sarung untuk mendapatkan pengobatan.

Warga terpaksa melakukan cara tersebut karena kendaraan roda empat yang biasa digunakan untuk membawa pasien tidak bisa melewati jembatan.

Akses darurat bagi ibu hamil juga menjadi kekhawatiran warga karena kendaraan tidak dapat melintas secara normal.

Kepala Desa Mlayang Abdul Khafidz mengatakan kerusakan jembatan telah berlangsung sejak Desember 2025.

Selama berbulan-bulan, warga harus berhati-hati saat melewati jembatan yang rusak tersebut. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan disebut telah terjatuh.

“Entah berapa puluh warga pengendara motor yang jatuh akibat jembatan yang rusak tersebut. Sudah sering dan banyak,” kata Abdul Khafidz, Jumat (18/9/2026).

Abdul mengatakan pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan kondisi jembatan kepada pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Kerusakan Jembatan Keruhbehet juga telah masuk dalam APBD Kabupaten Brebes Tahun 2026. Namun, hingga pertengahan September, pekerjaan fisik belum terealisasi.

DPRD Dorong Perbaikan Segera

Anggota DPRD Kabupaten Brebes Titin Lutfiatin turut mendorong agar perbaikan Jembatan Keruhbehet segera dituntaskan.

Menurut Titin, jembatan tersebut memiliki fungsi penting karena menjadi penghubung utama sejumlah pedukuhan.

“Itu jembatan menjadi urat nadi bagi warga. Rusaknya jembatan membuat warga kesulitan akses, sampai warga yang sakit atau ibu-ibu yang akan melahirkan harus ditandu untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas,” kata Titin.

Politikus Fraksi PKB itu juga mengapresiasi langkah Pemkab Brebes yang turun langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada keluarga warga terdampak.

Kini warga Mlayang menunggu realisasi perbaikan Jembatan Keruhbehet. Mereka berharap proses lelang berjalan lancar sehingga pekerjaan benar-benar dimulai sesuai jadwal.

Dengan perbaikan tersebut, warga berharap akses penghubung lima pedukuhan itu kembali aman digunakan, terutama untuk kebutuhan darurat seperti membawa warga sakit menuju fasilitas kesehatan.(*)

Related Posts

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed