WONOSOBO, Brebesinfo.com – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Gempa dengan magnitudo 3,8 itu terjadi saat sebagian warga masih terlelap.
Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa terjadi pada pukul 02.43.02 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,21 Lintang Selatan dan 109,89 Bujur Timur.
Lokasi episenter berada di darat, sekitar 17 kilometer arah barat laut Wonosobo, dengan kedalaman 12 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Ardhianto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2026).
Guncangan gempa paling terasa di wilayah Wonosobo dengan skala intensitas III MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan seperti terdapat truk bermuatan yang melintas.
Sementara itu, getaran juga dirasakan di Banjarnegara dengan skala intensitas II-III MMI. Adapun di Batang, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI.
“Di Wonosobo gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI, Banjarnegara II-III MMI, dan Batang II MMI,” jelas Ardhianto.
Pada skala II MMI, getaran biasanya dirasakan oleh sedikit orang. Benda-benda ringan yang digantung juga dapat terlihat bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lain yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
BMKG juga terus melakukan pemantauan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya gempa susulan. Hingga pukul 03.13 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
“Hingga pukul 03.13.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” kata Ardhianto.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal komunikasi resmi BMKG.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa tersebut.(*)














